Menangis embun pagi yang tak lagi bersih
Jubahnya yang putih tak berseri ternoda
Daun daun mulai segan menerima
Apa daya tetes embun terus berjatuhan
Mengalir sungai sungai plastik jantung kota
Menjadi hiasan yang harusnya tak ada
Udara penuh dengan serbu tembaga
Topeng topeng pelindung harus dikenangkan
Ini desaku dinding kotaku dinding negeriku ya
Robot robot bernyawa tersenyum menyapaku
Selamat datang kawan di belantara batu
Lanjutkan melangkah antara pusing malam
Mencari tempat mencari harapan
Aku melihat aku bertanya aku terluka dia
Wahai kawan hai kawan bangunlah dari tidurmu
Masih ada waktu untuk kita berdua
Duka di bumi ini milik bersama
Buanglah mimpi mimpi buanglah mimpi mimpi
Buanglah
Mimpi mimpi buanglah
Mimpimu yang tak