Percuma..
Percuma Saja...
Diriku Menyulam .......
Kain Yang Rapuh..
Untuk Apa Aku Menyulam Kain Yang Rapuh
Mengharap Hujan Jatuh Diterik Mentari
Engkaulah Cawan Yang Terluka
Percuma Harapkan Isinya
Lautanpun Aku Tuangkan..
Hausmu pun Tak Pernah Sirna
hooo...
Untuk Apa Aku Menyulam Kain Yang Rapuh
Mengharap Hujan Jatuh Diterik Mentari
Batu Karangpun Pecah Karena Badai
Apalagi Hati Rawan Ini..
Semutpun Tak Akan Diam Kau Sakiti
Apalagi Diriku Ini..
Sudah Cukup Maaf Yang Aku Berikan
Namun Tak Jua Menyadarkanmu
Bila Tubuh Semakin Terbungkus Nafsu
Hatimupun Semakin Membatu
Kini Biarlah Aku Yang Mengalah
Agar Engkau Puas...
Mengumbar Nafsumu..
Untuk Apa Aku Menyulam Kain Yang Rapuh
Mengharap Hujan Jatuh Diterik Mentari
Engkaulah Cawan Yang Terluka
Percuma Harapkan Isinya
Lautanpun Aku Tuangkan..
Hausmu pun Tak Pernah Sirna
hooo...
Untuk Apa Aku Menyulam Kain Yang Rapuh
Mengharap Hujan Jatuh Diterik Mentari
Batu Karangpun Pecah Karena Badai
Apalagi Hati Rawan Ini
Semutpun Tak Akan Diam Kau Sakiti
Apalagi Diriku Ini..
Sudah Cukup Maaf Yang Aku Berikan
Namun Tak Jua Menyadarkanmu
Bila Tubuh Semakin Terbungkus Nafsu
Hatimupun Semakin Membatu
Kini Biarlah Aku Yang Mengalah
Agar Engkau Puas...
Mengumbar Nafsumu..
Untuk Apa Aku Menyulam Kain Yang Rapuh
Mengharap Hujan Jatuh Diterik Mentari