Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau
Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau
Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau
Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan. Haus ‘kan titik embun, sabda penuh ampun. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau Ampun seribu ampun, hapuskan dosa – dosaku. Segunung sesal ini ku unjuk padaMu. Tak layak aku tengadah menatap wajahMu. Namun tetap ‘ku percaya Maha Rahim Engkau