Wey Ipan, are you okay?
Setiap hari hujan tak henti
Mendung dan kelabu
Berkunjung mencariku
Ku Tetap berdiri mencari rezeki
Tak perlu mengerti ku hadap seorang diri
Demi menanti sinaran mentari
Tumbang berkali ku tetap disini
Aku dibedil, didebik, diludah dek realiti
Terumbang-ambing ambil mudah
Waktu aku muda suka ria 'haha' saja
Aku sedar dunia ini kejam saat aku mula menjelang usia tua
Tumpas acapkali ditindas
Dipentas ku was was tapi dapat ku terpas
Tuntas ku dirambas ditempias
Jutaan das das dugaan ku galas
Dihempas mulut berlengas
Ku tangkis dan tangkas dengan pantas
Aku kenal kau, kau kenal aku
Jangan menyerah selagi dirgahayu
Setiap hari hujan tak henti
Mendung dan kelabu, berkunjung mencariku
Ku Tetap berdiri mencari rezeki,
Tak perlu mengerti ku hadap seorang diri
Demi menanti sinaran mentari,
Tumbang berkali ku tetap disini (Yea, okay okay)
Bumi mana tak berhujan, empingkan terserak hari hujan
Panas setahun dihapuskan hujan sehari
Demi ruji keringat peluh di dahi
Jadi! Bila sudah hilang kabus, berteduh hujan jangan lupakan tuhan
Titisan demi rintihan, Ingatlah keluhan
Sanak segolongan, layangkan bantuan, Hulurkan santunan
Bak pucuk layu disiramkan hujan
Usah mengeluh saat hujan luruh, tu kan rezeki
Tuhan dah limpahi syukuri illahi
Sediakan payung sebelum hujan, siap siaga dengan lauk pujian
Cacian maki jadikan ulaman, moga perjuangan dapat diperjuangkan
Setiap hari hujan tak henti (setiap hari)
Mendung dan kelabu
Berkunjung mencariku
Ku tetap berdiri mencari rezeki
Tak perlu mengerti ku hadap seorang diri
Demi menanti sinaran mentari
Tumbang berkali ku tetap disini