Ketika selmatahari telah pergi berlalu
Malam pun hadir tanpa tesipu malu
Ketika semua sosok penghibur balik ke rumah
Kembali merasa hidup ini hanya percuma
Semua punya dua pemimpin tapi aku tidak
Mungkin mereka jatah emas dan aku perah
Apakah kami nisdah di matamu Tuhan
Ataukah ini yang engkau bilang dengan cobaan
Ketika kami kecil sosok pemimpin kami telah engkau ambil
Pantaskah itu aku bilang dengan adil
Saat terdiam dan air menetes dari mata
Saat itulah mulut tidak bisa berkata
Dimana sang sosok pemimpin kami
Kemana engkau membawa ayah kami
Dimana Tuhan, kemana Tuhan
Kenapa engkau ambil ayah kami Tuhan
Aku masih mengejar bayanganmu
Di penghujung malam, cuan berlalu
Seharusnya aku tak sampai di sini
Seakan hidupku hanya mimpi
Malam semakin sunyi, tawa menjadi sepi
Bisikan kepada aku ini hanyalah mimpi
Tapi yang terjadi semua adalah nyata
Karena manusia tetap engkau yang punya
Aku tersadar Tuhan lebih sayang padamu
Berharap suatu saat kita bisa bertemu
Aku masih tegar berdiri karena engkau
Siap menantang dunia juga karena engkau
Engkau lah panutanku, engkau lah motivasiku
Engkau lah referensi jikaku kehilangan buku
Engkau pun dapat menjadi sosok guru
Ketika air jernihku berubah jadi keruh
Terima kasih atas keringat yang telah kau keluarkan
Atas butir nasi yang telah aku makan
Atas ikhlasmu suci seputi awan
Ayah engkau lah pahlawan
Aku masih mengejar bayanganmu
Di penghujung malam, cuan berlalu
Seharusnya aku tak sampai di sini
Seakan hidupku hanya mimpi
Aku masih mengejar bayanganmu
Di penghujung malam, cuan berlalu
Seharusnya aku tak sampai di sini
Seakan hidupku hanya mimpi