Pada satu malam yang menarik
Udara yang memang sedang baik
Nampak bunga menyiapkan lipstik
Dilekatkannya pada bibirnya yang cantik
Bunga maju mundur di depan cermin
Memastikan sudah memakai pakaian
Terlihat rok merah yang tak panjang
Ternyata bunga lupa bercelana dalam
Waktu menunjukkan pukul delapan
Bunga lekas bergegas keluar kamar
Dengan modal yang tak seberapa
Hanya betis lutut kaki paha dan dada
Bungaku bahagia selalu
Bungaku bahagia selalu
Bunga mulai menunjukkan suaranya
Di depan sedikit orang dalam ruangan
Satu dua tiga empat lagu dinyanyikan
Oh talenta bernyanyi yang sungguh biasa saja
Setelah selesai semua bunga pun pulang
Dengan meninggalkan bekas merah di lehernya
Bunga pun tak bisa berjalan lurus
Apakah bunga masih bisa tetap fokus
Bunga lalu merebahkan tubuhnya di ranjang
Dengan mata kadang terbuka kadang terpejam
Semoga bunga bermimpi indah
Seindah mimpi orang tuanya
Bungaku bahagia selalu
Bungaku bahagia selalu
Bungaku bahagia selalu
Bungaku bahagia selalu
Bahagia selalu
Bahagia selalu
Bahagia selalu
Bahagia selalu
Bahagia selalu
Bahagia selalu