Pukul tujuh pukul delapan
Pukul tujuh pukul delapan
Kalau pukul sembilan kereta jalan
Sayang... kereta jalan
Kalau saya tunggu sampailah kapan aduh tuan
Saya tunggu sampai kapan
Kalau air mata, air mata jatoh di jalan
Cente manis ini lagunya yang hitam manis siapa namanya
Pelan-pelan ada si daun korma
Jiwa manis indah orangnya
Daon waru di depan pintu
Ya sayang Adeknya
Ya lam lama tau ada yang rasa ya sayang
Lam lama tau ada yang rasa
Kawan yang baru sibelo telu
Ya cente manis ini lagunya
Dari Malang ke Surabaya
Dari Malang ke Surabaya
Undur-undur disela peti
Aih... sayang Adeknya
Sudah kepalang apa dikata aduh sayang
Sudah kepalang apa dikata
Dari mundur mendingan jadi cente manis ada lagunya
Sedih menangis apa maunya
Hitam-hitam tali ottonya
Hitam-hitam tali ottonya
Kalau gunting kertas saya miringin
Saya... saya miringin
Kulitnya hitam atinya bersih aduh sayang
Kulitnya hitam atinya bersih
Kalaulah pantas, kalau pantas saya iringin
Cente manis dari Cikini
Yang hitam manis, manis sekali