Kau palingkan muka bila ku memandang
Kau percikkan ludah bila ku menyapa
Begitu tega kau patahkan hatiku
Begitu tega kau hinakan diriku
Ku tahu diriku memang tak berharga
Tetapi janganlah kau percikkan ludah
Haaa haaaa
A****g lebih mulia dalam pandanganmu
Hingga kau anggap aku sampah yang berbau
Jikalau engkau tak sudi jangan begitu caramu
Sungguh penghinaanmu menyakiti hatiku
Tampannya wajahmu seperti arjuna
Gagahnya tubuhmu ibarat gatot kaca
Tapi betapa buruk benar budimu
Tapi betapa rendah benar akhlakmu
Jikalau begitu manisnya senyummu
Tiada semanis air susu ibu
Haaa haaa ada
A****g lebih mulia dalam pandanganmu
Hingga kau anggap aku sampah yang berbau
Jikalau engkau tak sudi jangan begitu caramu
Sungguh penghinaanmu menyakiti hatiku
Tampannya wajahmu seperti arjuna
Gagahnya tubuhmu ibarat gatot kaca
Tapi betapa buruk benar budimu
Tapi betapa rendah benar akhlakmu
Jikalau begitu manisnya senyummu
Tiada semanis air susu ibu
Adella indonesia
A****g lebih mulia dalam pandanganmu
Hingga kau anggap aku sampah yang berbau
Jikalau engkau tak sudi jangan begitu caramu
Sungguh penghinaanmu menyakiti hatiku
Tampannya wajahmu seperti arjuna
Gagahnya tubuhmu ibarat gatot kaca
Tapi betapa buruk benar budimu
Tapi betapa rendah benar akhlakmu
Jikalau begitu manisnya senyummu
Tiada semanis air susu ibu